MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

JRA Gelar Ruqyah Massal di Martapura Pekan Ini, Segera Daftarkan Diri

JRA Gelar Ruqyah Massal di Martapura Pekan Ini, Segera Daftarkan Diri
JRA Gelar Ruqyah Massal di Martapura Pekan Ini


muhibbin.online, MARTAPURA – Pengurus Wilayah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Kalsel akan menggelar Ruqyah Massal di Martapura pekan ini. Tepatnya di Gedung PCNU Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (26/1).

Bagi warga yang sering mendapat “gangguan”, semisal sering lupa rakaat salat, kolesterol, kencing manis, darah tinggi, stroke, lupuh, malas belajar, maag, asam lambung, sakit yang tidak terdeteksi medis, sakit yang tidak kunjung sembuh, sering marah tak terkontrol, rasa sedih/takut yang berlebih, sulit jodoh, lama nikah belum dikaruniai keturunan, sering mimpi buruk, problem kenakalan anak, sering pusing, merasa malas dalam ibadah, dan lain-lain, bisa mendaftarkan diri ke panitia ruqyah massal di Martapura.

Jika ingin berpartisifasi, bisa langsung menghubungi Ustadz Ahmad Maulana S.pd (08971177372), mengenakan pakaian sopan, menutup aurat (untuk wanita memakai celana panjang/rangkapan), membawa plastik keresek warna hitam, air mineral, tisu, infaq seikhlasnya, dan datang tepat waktu.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) Kalsel, LDNU Kabupaten Banjar, dan PC Berkah.
Sebelumnya, pengurus JRA Kalsel menyambangi pengurus NU Banjar di gedung PBNU Banjar untuk meminjam tempat. Namun, Ketua Tanfidziyah PCNU Banjar Ustadz Nuryadi menegaskan, Gedung NU adalah rumah bersama, sehingga tidak ada istilah meminjam tempat.

“Gedung NU ini milik kita bersama. Tidak ada istilah meminjam bagi lembaga dan Banom (Badan Otonom) yang mau menggunakan untuk kegiatannya,” tegasnya ketika menyambut kedatangan pengurus JRA yang dipimpin Ustadz Subaidi belum lama ini.
Untuk diketahui, JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) adalah organisasi perkumpulan praktisi ahli ruqyah berhaluan Ahlusunnah Waljamaah An-Nahdliyyah. Lahir di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Diwek Jombang JRA didirikan oleh kader muda Nahdlatul Ulama’ (NU) sekaligus ketua PKPNU PCNU Jombang angkatan pertama yaitu ‘Allamah ‘Alauddin Shidiqy atau yang akrab disapa dengan sebutan Gus Amak pada tanggal 15 Januari 2013.

JRA pada Awal-nya bernama “Ruqyah Syar’iyyah An-nahdliyyah”, kemudian berganti menjadi Jam’iyyah Ruqyah Sunan Kalijaga (JRS) karena memang lahir di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga sebagai Unit Sosial Thibb An-Nabawi di pondok pesantren tersebut.

Karena minat masyarakat luar pesantren untuk menjadi praktisi semakin banyak, maka diadakanlah ijazahan/pelatihan di luar Kabupaten Jombang untuk kali pertama, yaitu di Kabupaten Madiun pada tanggal 31 Juli 2016. Nama Jam’iyyah-nya pun berganti menjadi RAJ (Ruqyah Aswaja Jatim).

Awal 2017, peminat praktisi ruqyah kian membludak sehingga pengurus RAJ memutuskan untuk menasionalkannya dengan mengganti nama RAJ menjadi JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja).

JRA berbadan hukum resmi Kemenhunkam SK Kemenhunkam RI No. AHU-0013492.AH.01.04.Tahun 2017.

Editor: Muhammad Bulkini

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *