MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

Ketika Habib Keramat Empang Menangis Karena Seekor Kambing

Habib Abdullah bin Muhsin Al ‘Athos bersama Habib Umar bin Hafidz.(ist)

muhibbin.online, BANJARMASIN – Jika orang awam menangis karena kambing miliknya mati, maka hal itu wajar adanya. Namun bagaimana dengan seorang habib yang dikenal dengan waliyullah bisa menangis karena kambingnya yang mati? Ini tentu ada maknanya.
Diceritakan, Habib Abdullah bin Muhsin Al‘Athos (Keramat Empang, Bogor) memelihara seekor kambing. Kambing itu dirawat beliau dengan baik, hingga tumbuh besar.
Satu ketika, ada rombongan tamu dari Hadramautdatang bersilaturahmi ke kediaman beliau. Menyambut para tamunya, Habib pun kemudian menyuruh muridnya untuk menyembelih kambing tersebut untuk dihidangkan pada tamunya.
Tak lama kemudian, si murid tersebut datang kepada Habib Abdullah dengan wajah sedih.
“Wahai Habib, saya telah salah menyembelih kambing itu. Urat lehernya tidak sampai putus. Kambing itu jadi bangkai dan tidak bisa dimakan,” ujar si murid dengan perasaan bersalah.
Mendengar penuturan muridnya, Habib Abdullahmenangis dengan kerasnya. Tangisan tersebut membuat para tamunya bingung.
Di antara orang yang hadir pada saat itu berujar, membujuk habib Abdullah untuk mengakhiri tangisannya.
“Wahai Habib sudahlah, nanti saya ganti dengan kambing yang lebih besar,” kata orang itu.
“Demi Allah aku menangis bukan masalah nilai kambing itu. Aku berpikir, kambing ini sejak kecil aku rawat, kusayangi, hingga besar. Namun di akhir umurnya, dia menjadi bangkai dan tak bisa dimanfaatkan. Bagaimana dengan kita?” kata Habib.

“Kita sejak kecil belajar, beribadah, apa kita tidak khawatir bernasib sama dengan kambing tersebut? Mati dalam keadaan Su’ul Khotimah? Naudzu billah. Aku menangis karena aku khawatir kehidupan kita seperti kambing tersebut,” jelas Habib kemudian.

Sumber: Habib Abdullah bin Muhammad Baharun
Editor: Ibnu Syaifuddin

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *