MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

Kitab Sabilal Muhtadin
BUKU

Kitab Sabilal Muhtadin

Penulis : Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
Penerbit: –
Harga: –
Kontak: –

Sabilal Muhtadin adalah kitab yang bernama lengkap Sabilal Muhtadin lit-tafaqquh fi amriddin. Kitab ini membicarakan segala hukum agama Islam yang berhubungan dengan muammalat. Penulisnya adalah seorang ulama besar asal Banjar, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari yang hidup di abad ke-18.

Kitab Fiqh ini ditulis atas permintaan Raja Banjar, Sultan Tahmidullah bin Sultan Tamjidullah pada tahun 1193 Hijriah bertepatan tahun 1779 Masehi. Disela kesibukan Sang Ulama membimbing umat, beliau menyelesaikan penulisannya dalam tempo kurang lebih dua tahun.

Kitab Sabilal Muhtadin tersebut terdiri atas 2 (dua) juz. Juz pertama tebalnya 252 (dua ratus lima puluh dua) halaman, dan juz kedua tebalnya 272 (dua ratus tujuh puluh dua) halaman. Kedua juz ini merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Bahkan ada topik yang dibicarakan pada akhir juz pertama diselesaikan pembahasannya pada juz kedua.

Pembagian isi dalam Sabilal Muhtadin ini dinyatakan dengan istilah kitab-kitab. Keseluruhannya ada 8 (delapan) kitab, yaitu:

1. Kitabut Taharah, yakni suatu kitab yang menyatakan tentang bersuci.

2. Kitabus Shalat, yakni kitab yang menyatakan tentang shalat.

3. Kitabuz Zakat, yakni kitab yang menyatakan hukum zakat.

4. Kitabus Siam, yakni kitab yang menyatakan puasa.

5. Kitabul I’tikaf, yakni kitab yang menyatakan i’tikaf atau berhenti di dalam masjid.

6. Kitabul Haji wal Umrah, yakni kitab pada menyatakan haji dan umrah.

7. Kitabus Shaid wadz Dzabaih, yakni kitab pada menyatakan hukum binatang perburuan dan sekalian yang disembelih.

8. Kitabul Ith’amah, yakni kitab pada menyatakan barang yang halal dan barang yang haram memakannya.

Dalam beberapa tulisan tentang kehidupan ulama besar dari daerah Kalimantan Selatan ini, disebutkan bahwa penyebaran Kitab Sabilal Muhtadin tersebut dimulai dari ruang pengajian Syekh Muhammad Arsyad sendiri di Kampung Dalam Pagar (sebuah kampung di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan), yakni dengan mengadakan salin menyalin dari naskah aslinya oleh murid-murid Syekh Muhammad Arsyad sendiri.

Di antara salinan itu kemudian dibawa ke Makkah dan dicetak pertama kali pada tahun 1300 Hijriah atau tahun 1882 Masehi. Kitab ini dicetak serentak di tiga tempat, yakni di Mekkah, Istambul, dan Mesir, dengan pentashih Syekh Ahmad bin Muhammad Zain al Fatany, ulama asal Fatani (Thailand) yang mengajar di Mekkah pada waktu itu.

Dengan adanya cetakan ini maka Sabilal Muhtadin lebih tersiar dan terkenal luas di Asia Tenggara. Bahkan menurut keterangan penuntut-penuntut ilmu di Mekkah sampai waktu itu masih banyak yang mempelajari Sabilal Muhtadin sebelum mereka dapat membaca kitab berbahasa Arab.

sumber: Mengenali Hasil Karya Besar Seorang Putra Kalsel Sabilal Muhtadin (Drs H Ramli Nawawi).

Penulis: Muhammad Bulkini

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *