MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

KISAH

Menjamu Habib Segaf Assegaf, Abah Guru Tersenyum ‘Menyaksikan’ Aksi Datuk Kelampayan

Diceritakan sendiri oleh Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Allah yarham (Abah Guru Sekumpul), suatu ketika Habib Segaf bin Abu Bakar Assegaf datang bertamu ke kediaman beliau. Tidak disebutkan pasti kediaman beliau yang mana, di Keraton atau di Sekumpul.
Habib Segaf adalah anak dari seorang yang masyhur dikenal dengan Wali Qutub, yakni Habib Abu Bakar Assegaf (Gresik). Kebiasaan ganjil dari Habib Segaf adalah senang berqasidah dengan diiringi petikan gambus.
Saat bertamu ke kediaman Abah Guru pun, Habib Segaf melantunkan qasidah, sehingga suasana menjadi syahdu. Abah Guru pun takzim mendengarkan.
 
Hingga satu ketika, Abah Guru tersenyum dengan senyum yang tak biasa, seperti menertawakan sesuatu. Senyum tersebut membuat di antara orang yang hadir bertanya-tanya, ada apa?
 
Saat pertanyaan itu disampaikan pada Abah Guru. Beliau pun mengungkapkan telah menyaksikan kejadian yang tak kasat mata bagi orang awam.
 
“Datuk Kelampayan dan Habib Abu Bakar Bajepen (menari khas orang arab),” ujar Abah menjawab kebingungan mereka.
Untuk diketahui, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari adalah ulama besar asal tanah Banjar, Kalimantan Selatan. Kitab Sabilal Muhtadin adalah salah satu kitab yang menjadi rujukan kaum santri di Nusantara, tidak hanya di Indonesia, tapi juga diberbagai negara (khususnya di wilayah Asia Tenggara).
Selain meninggalkan karya, syekh Muhammad Arsyad  juga meninggalkan banyak murid dan keturunan yang mewarisi keilmuannya. Sebelum beliau wafat, beliau telah menebar murid dan ulama keturunannya ke pelosok-pelosok daerah di Kalimantan untuk mengemban misi dakwah. Berkat upaya Syekh Muhammad Arsyad, Islam berkembang di pulau Kalimantan.

Wallahu a’lam.

Penulis: Muhammad Bulkini

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *