MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

KOPI (KOLOM TEPI)

Pesan Abah Guru Sekumpul, Gus Dur, dan Dakwah di Gereja

Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul pernah bercerita tentang seorang sufi, kalau tidak salah bernama Abu Yazid Al Busthomi. Ulama besar itu meminta kepada Tuhan agar ditunjukkan siapa temannya kelak di Surga. Singkat cerita, disebutkanlah nama orang itu dan di daerah mana dia tinggal. 
Abu Yazid pun mencari tahu orang yang “diisyaratkan”. Usut punya usut, akhirnya orang itu ditemukan di lokalisasi. Yakin dengan “pemberitahuan” Tuhan, beliau pun kemudian masuk ke tempat itu dan menjenguk orang tersebut.
Ketika berhadapan, orang itu langsung menyapa Abu Yazid, seolah sudah kenal lama. 
Selama berada di sana, Abu Yazid pun menyaksikan sebagian orang yang ada di tempat itu menjadi orang-orang yang shaleh berkat “teman Abu Yazid di Surga” tersebut.
Abah Guru kemudian mengomentari cerita itu:
 

“Jangan pandang tempatnya, pandang tugas mereka. Malaikat Malik di Neraka, apa disiksa?” 

”Tahu-tahu (jelilah) lawan (dengan) tugas urang,” sambung AbahGuru.
Untuk itu, kita perlu memahami misi dakwah di tempat-tempat yang tidak biasa. Ada yang dakwah di diskotik, ada yang dakwah di lokalisasi, bahkan ada yang dakwah di tempat ibadah orang. 
Hal terakhir, pernah dilakukan Gusdur seperti dikutip dari postingan akun IG pesantrenku, disebutkan KH A Bukhori suatu ketika kebingungan dengan aksi nyeleneh Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid  (Gus Dur). Cucu KH Hasyim Asy’ari itu berceramah di salah satu Gereja di Jawa Timur. Gus Dur pun menuai keluhan dan kecaman atas ulahnya yang tak biasa itu.
Merasa heran, KH A Bukhori pun kemudian menemui gurunya yang sekaligus guru Gus Dur; KH Ali Maksum (Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta). Kepada Sang Guru, Kiai Bukhori mengungkapkan aksi Gus Duryang berceramah di gereja.

“Lha, kalau dia tidak berceramah di gereja, lalu kapan umat Nasrani akan mendapatkan pesan-pesan Alqur’an,” jawab Kiai Ali.

Jawaban Sang Guru itulah yang kemudian menguatkan hatinya ketika ada ada undangan ceramah di gereja.
***
Meski Abah Guru tak pernah ke gereja, karena memang bukan bertugas di sana, tapi saya kira untuk melihat “situasi ini” penting mengingat kembali pesan beliau “Jangan pandang tempatnya, pandang tugas mereka”. 
Penulis: Muhammad Bulkini

 

1 COMMENTS

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *