MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

KABAR

Rektor UIN Antasari Bicara Kemasan Dakwah di Muskercab PCNU Kabupaten Banjar

muhibbin.online, MARTAPURA – Rektor UIN Mujiburrahman membicarakan kemasan dakwah di era milenial pada Musyawarah Kerja Cabang I PCNU Kabupaten Banjar, Rabu (12/2).

Prof Mujib menyebut, orang sekarang lebih menyukai hal-hal instan. Dampaknya, belajar ilmu agama pun bisa didapat dengan hanya melihat youtube dan media sosial. Hasil penelitian kecil-kecilan yang dilakukan pihaknya menunjukkan bahwa “ustadz viral“ lebih diminati kebanyakan kalangan muda. Dan mirisnya, pendakwah itu bukan dari kalangan NU.

“Kita berharap kawan-kawan di PCNU Banjar mulai bergerak di sana. Dengan merekam ceramah ulama kita dan menguploadnya. Minimal bisa mengimbangi lah,” ujar prof Mujib.

Pentingnya kemasan ini harus diperhatikan dakwah pengurus NU. Sebab menurutnya, ulama-ulama NU tidak kalah keilmuan dan peminat dengan ustadz-ustadz yang ramai diminati kalangan muda.

“Pengajian Guru Zuhdi misalnya, banyak penontonnya. Guru Bakhiet, juga banyak penggemarnya,” jelas Alumni Pondok Pesantren Al Falah ini.

Prof Mujib mengelak, ketika ada tanggapan dari pengurus NU yang mengharuskan kemasan dakwah ke anak muda mesti “meniru” ustadz-ustadz ‘Viral’.

“Saya kira tidak perlu dipaksakan seperti itu. Kalau ada yang seperti itu silakan, tapi kalau tidak ada jangan dipaksakan. Karena kalau dipaksakan jadi terlihat (aneh, red,” jelas Prof Mujib.

Prof Mujib kemudian menyebut ulama NU yang sedang naik daun, Gus Bahauddin dari Yogyakarta.

“Gus Baha, dengan tampilan yang sederhana seperti itu, banyak penyukanya,” jelas Prof Mujib.

Untuk itu, dia menyarankan agar PCNU Kabupaten mengambil jalan dakwah tersebut sebagai upaya mengimbangi dakwah-dakwah dari kelompok lain di dunia maya.

Kemudahan akses mendapatkan ilmu ini ternyata menjadi pilihan masyarakat sekarang, lanjut Prof Mujib. Dia punya pengalaman, pihaknya pernah meneliti aliran sempalan di Kalsel. Menariknya, kata dia, alasan para pengikutnya membuatnya tersentak.

“Salah satunya adalah gurunya mudah ditemui,” ungkap Prof Mujib.

Lagi-lagi soal kemudahan. Masyarakat cenderung menyukai yang mudah didapat. Hal ini kata Prof Mujib selayaknya menjadi introspeksi pendakwah NU. Bagaimana caranya agar dakwah kita bisa diakses dengan mudah.

Sementara itu, Musyawarah Kerja Cabang I PCNU Kabupaten Banjar menghasilkan banyak program kerja. Salah satunya adalah pembuatan aplikasi dakwah yang dinilai lebih mudah dan mengena di masyarakat.

Editor: Ibnu Syaifuddin

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *