MUHIBBIN.NET

Mengabarkan dengan Cinta

makam rasulullah SAW
KISAH

Sebab Debu Makam Rasulullah, Menteri Berfaham Wahabi Bertobat

Muhibbin.online, – Mantan Menteri perminyakan OPEC Arab Saudi, Hisyam Nadzir semula tak percaya karomah dan tawassul. Menurut pemahaman yang dianutnya (Wahabi), mempercayai karomah dan tawassul bisa mengantarkan pelakunya pada kemusyrikan. Namun kepercayaan itu kemudian dibuangnya jauh, setelah dia mengalami keajaiban yang tak bisa dinalarnya.

Dalam kitab “Mafahim Yajib an Tushohhah” karya Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi al-Maliki menyebutkan, cerita pertobatan Hasyim berawal ketika dia menghadapi masalah pelik dalam hidupnya. Anaknya tiba-tiba menderita sakit kepala yang ganjil, yakni seekor ulat disebut bersarang di otaknya. Dia pun panik dengan membawa anaknya berobat ke mana-manam, hingga dirujuk ke Rumah Sakit ternama di Amerika Serikat.

Dokter yang menangani anaknya menyarankan untuk segera dilakukan bedah otak. Sebab jika tidak, anak itu bisa meninggal dunia. Namun dokter menyebut ada dua kemungkinan yang akan terjadi pasca dioperasi; jika gagal anak itu akan meninggal dunia, dan jika berhasil anak itu akan hidup cacat.

Baca juga: Tajamnya Pandangan Abuya Maliki, Mengetahui Waktu Kewafatan Seorang Wali

Baca juga: Kiai Abu Naim, Ulama Misterius yang Kerap Mengirimkan Barang Bantuan

Dalam kebingungan akan pilihan yang sulit tersebut, Hasyim pulang ke kediamannya di Madinah. Dalam pikirannya terlintas sebuah ide yang tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya. Dia ingin mengambil debu makam Rasulullah SAW untuk dibawa ke Amerika.

Hasyimpun kemudian menemui penjaga Makam Rasulullah SAW untuk meminta izin mengambil debu makam untuk menjadi perantara kesembuhan anaknya. Oleh si penjaga makam, hal itu dibolehkan.

Hasyim kemudian membawa debu itu ke hadapan anaknya di Amerika. Sesampainya di sana, debu itu kemudian diusapkan ke kepala anaknya. Setelah itu, dia menguatkan hati untuk memilih jalur operasi dengan resiko yang akan disandang anaknya.

Baca juga: Mengenang Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutbi (2), dari Penuturan Ulama Banjar

Baca juga: Belajar Adab pada Syaikhona Kholil (2), Tidak Buang Hajat di Tanah Suci

Tim medis pun merespon dengan merontgen kepala si anak. Namun hal ajaib terjadi, ulat yang sebelumnya hidup di otak anak tersebut hilang entah ke mana. Fakta itu membuat tim medis yang menangani anak itu kebingungan. Anak itu kemudian batal dioperasi dan perlahan sembuh total dari penyakitnya.

Pasca kejadian itu Hasyim bertobat. Dia melepaskan faham wahabinya, dan kemudian memilih masuk tarekat dan berkumpul bersama ahli tasawuf (sufi), mendekatkan diri dengan ilahi Rabbi. Siapa sangka, debu makam Rasulullah yang menjadi perantara hidayahnya.

sumber: ngopibarengid

Editor: Muhammad Bulkini

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *